| Etika... Etika... |
|
|
|
| Ditulis oleh Sri Luniardi Purwanto |
| Kamis, 20 Januari 2011 13:26 |
Jika di dunia nyata kita dianggap sebagai negara yang termasuk tinggi tingkat korupsi dan pelanggaran hukumnya, maka di dunia maya ternyata tidak jauh berbeda. Baru-baru ini dilaporkan bahwa kejahatan (fraud) yang dilakukan oleh pengguna Internet Indonesia menduduki nomor satu dari segi persentase (yaitu perbandingan jumlah transaksi palsu dan transaksi benar) dan nomor tiga dari segi volume transaksi. Lepas dari akurat atau tidaknya laporan ini, hasil ini sungguh sangat menyedihkan. Bagaimana kita berubah dari bangsa yang ramah-tamah menjadi bangsa maling? Dugaan saya hal ini terkait dengan etika.Ketika negara lain menjadi target dari pekerjaan outsourcing IT, Indonesia tidak dilirik. Padahal negara seperti Vietnam mulai mendapat perhatian. Salah satu alasan untuk tidak memilih Indonesia adalah persepsi rendahnya etos kerja orang Indonesia. Misalnya, jam masuk kantor adalah jam 8 pagi, tapi banyak orang datang terlambat. Kemudian waktu pulang kantor adalah jam 5 sore, akan tetapi jam 4 sudah titip kartu absensi ke kawan dan pulang duluan. Lagi-lagi etika. Apakah hanya sekedar persepsi ataukah memang ini fakta? Seharusnya kita memahami etika. Sayangnya, asumsi kita salah. Yang seharusnya terjadi, tidak terjadi. Kita belum memahami etika. Lebih jauh lagi karena kita merasa bahwa kita sudah memahami etika maka dia tidak diajarkan, menjadikan kita lebih buruk lagi. Selain tidak tahu, ada juga kondisi di mana orang lupa. Kita banyak belajar dengan cara meniru apa yang dilakukan orang lain, tanpa mengetahui bahwa itu benar atau tidak. Dalam dunia social engineering hal ini dikenal dengan istilah social validation atau pembenaran. Sebagai contoh, kita (mungkin) tahu menggunakan kartu kredit milik orang lain adalah perbuatan yang tidak benar. Akan tetapi bila banyak orang melakukannya, tidak mendapat teguran, dan bahkan mendapat pujian, maka pengguna baru akan menganggap bahwa ini merupakan hal yang lumrah dan bahkan menimbulkan minat. Pola pikir kita harus diubah. Seorang yang merusak sebuah situs web atau menggunakan kartu kredit milik orang lain bukanlah seorang pahlawan yang bisa dijadikan idola. Media masa sering melakukan hal ini. Melakukan perbuatan kejahatan adalah jahat, apa pun alasannya. Pelakunya adalah penjahat. Ini harus kita katakan apa adanya. Ingat bahwa tujuan tidak menghalalkan cara. Pernah saya membaca berita tentang seseorang yang mengatakan bahwa dia pernah menggunakan kartu kredit milik orang lain untuk transaksi di Internet. Kemudian datanglah surat dari aparat hukum AS. Apa dampaknya? Yang pasti adalah dia sudah masuk dalam daftar hitam pemerintah Amerika. Bila dia menginjakkan kaki di negara Amerika maka dia bisa ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara. “Keuntungan” yang dia peroleh dari menggunakan kartu kredit milik orang lain itu paling-paling hanya sekian juta rupiah, tapi dia kehilangan kesempatan untuk mengunjungi Amerika. Mungkin sekarang belum terfikirkan, tapi bagaimana jika dia mendapatkan beasiswa dari sebuah perguruan tinggi di Amerika? Atau tawaran pekerjaan dari sebuah perusahaan di Amerika, seperti yang terjadi dengan Linus? Atau pergi ke konferensi di Amerika? Atau sekedar tamasya ke Amerika? Atau bahkan mungkin menikah dengan orang Amerika? Dia sudah kehilangan kesempatan itu semua. Sangat disayangkan. Mungkin saat ini dia tidak peduli, tapi suatu saat nanti? Perbaikan etika tidak dapat dilakukan dalam satu-dua hari. Proses perbaikan membutuhkan waktu yang panjang dan bahkan melewati satu generasi. Kita harus yakin bahwa karakter bangsa Indonesia ini bisa diperbaiki. Ketika saya masih remaja, tidak banyak pengendara sepeda motor yang menggunakan helm. Bahkan mungkin jika seseorang menggunakan helm dia akan dianggap sok gagah-gagahan. Sekarang sudah terbalik. Pengendara motor yang menggunakan helm adalah normal sementara yang tidak menggunakannya adalah anomali. Merasa paling gagah karena berani naik motor tanpa helm. Menyedihkan... Saya yakin bangsa ini bisa menjadi lebih baik. Tapi ini membutuhkan bantuan Anda semua. Mari kita buat lingkungan kita—baik yang nyata dan maya— menjadi lingkungan yang nyaman dan aman untuk ditempati. ![]() |
| Gallery Foto |
| Buku Tamu |
| Lihat Buku Tamu |
| Artikel Pendidikan |
| Artikel Umum |
| Arsip |
Hanya user terdaftar yang berhak posting..







![]() | Hari ini | 739 |
![]() | Kemarin | 1014 |
![]() | Minggu ini | 7459 |
![]() | Bulan ini | 14865 |
![]() | Semua | 366346 |